Economic Outlook 2024


Apa saja yang mungkin terjadi di pasar keuangan pada 2024 ini? Setelah kenaikan suku bunga yang cukup tajam dan cepat di tahun 2022 hingga 2023, inflasi di negara-negara maju telah menunjukkan penurunan yang cukup signifikan pada penhujung tahun 2023 kemarin.

Dari Amerika Serikat, dot plot The Fed pada pertemuan FOMC pada Desember lalu dapat dilihat bahwa The Fed kemungkinan akan mulai memotong suku bunga pada 2024 ini. Sementara itu ECB meski mengatakan bahwa akan menahan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama daripada yang di antisipasi, kemungkian besar juga akan mulai mempertimbangkan untuk memangkas suku bunga mereka di tahun 2024 ini.

Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) justru satu-satunya bank sentral yang mungkin akan menaikkan suku bunganya pada tahun 2024 ini. Terlihat bahwa inflasi di sana pada 2023 sudah mencapai angka diatas 2%, dimana hal ini tidak pernah terjadi di Jepang sebelumnya. 

Dari selatan kathulistiwa, Australia dan Selandia Baru kemungkinan akan mendapatkan keuntungan yang cukup baik dengan mulai menggeliatnya ekonomi China. Kedua negara tersebut dikenal sebagai negara komoditas yang ekspor terbesar mereka adalah ke China. 

Tahun 2024 ini, kemungkinan market akan memasuki kondisi Risk ON ketika The Fed merealisasikan pemotongan suku bunganya. Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq memiliki potensi bullish yang cukup kuat di tahun 2024 ini.

Sebagai penutup, dari sisi trader forex, kita kemungkinan akan melihat USD dan EUR melemah, sedangkan JPY, AUD, NZD dan CAD menguat. Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq juga akan bullish.

Sumber:

Disclaimer: Seluruh tulisan dalam blog ini adalah analisa dan opini pribadi penulis akan data dan sentimen yang ada di market. BUKAN suatu ajakan untuk open posisi dan juga BUKAN jaminan pembaca akan profit.